Tanggap Bencana, Kapolda Sultra Tekankan Kesiapsiagaan dan Respon Cepat

  • Bagikan
Apel kesiapsiagaan bencana pada Rabu 5 November 2025 di Lapangan Ex MTQ Kendari. Ist

ADASWARA.COM, KENDARI – Berdasarkan data BMKG, Indonesia saat ini telah memasuki musim hujan. Puncaknya diprediksi terjadi bertahap dari November 2025 hingga Januari 2026.

Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Sulawesi Tenggara (Sultra) Irjen Pol Didik Agung Widjanarko menekankan, peningkatan curah hujan ini berpotensi mengakibatkan bencana banjir, tanah longsor, angin puting beliung, hingga gelombang tinggi, khususnya di Pulau Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, dan Papua.

“Dalam menghadapi tantangan tersebut, kecepatan dan ketepatan respons menjadi salah satu faktor utama keberhasilan penanganan bencana. Untuk itu, diperlukan kesiapan optimal dari seluruh elemen bangsa,” tegas Irjen Pol Didik saat memimpin apel kesiapsiagaan bencana pada Rabu 5 November 2025.

Kesiapsiagaan, kata dia, sangat mendesak mengingat dampak signifikan yang ditimbulkan oleh bencana alam. Berdasarkan data BNPB per Oktober 2025, telah terjadi 2.606 bencana alam di Indonesia, yang didominasi oleh 1.289 banjir dan 544 cuaca ekstrem. Angka kerugian yang ditimbulkan sangat besar, mencakup 361 orang meninggal dunia, 37 orang hilang, 615 orang luka-luka, 5,2 juta orang mengungsi dan 31.496 rumah rusak.

Mengutip pesan Presiden RI Prabowo Subianto dalam Sidang Kabinet Paripurna 20 Oktober 2025, Injer Pol Didik menyatakan bahwa tugas melindungi rakyat dari bahaya bencana adalah panggilan moral dan wujud pengabdian tulus terhadap kemanusiaan.

Untuk itu, beberapa hal yang perlu dilaksanakan bersama, di antaranya melakukan deteksi dini dan pemetaan wilayah rawan bencana secara berkelanjutan melalui kolaborasi dengan BMKG, memastikan kesiapan personel, peralatan evakuasi, kendaraan operasional, dan bantuan logistik pendukung. Konsultasikan simulasi kegiatan tanggap darurat bencana secara rutin serta mengedepankan kecepatan respons mulai dari evakuasi, penyaluran bantuan, pemberian trauma healing, hingga rehabilitasi infrastruktur.

Sementara itu, apel gabungan apel kesiapsiagaan bencana yang digelar di Lapangan Ex MTQ Kendari dihadiri Forkopimda Sultra beserta 1.348 personel gabungan. Pejabat yang turut hadir antara lain Wakapolda Sultra Brigjen Pol Dr Gidion Arif Setyawan, Danrem 143 HaluOleo, Ketua DPRD Sultra, pejabat utama Polda Sultra, Kapolresta Kendari, dan Wakil Wali Kota Kendari.

Apel ini bertujuan memastikan seluruh elemen di Sultra memiliki kesiapan optimal untuk melakukan “Quick Response” dalam menghadapi situasi darurat. (*)

 

Baca Juga Berita AdaSwara.com di Google News: https://news.google.com/publications/CAAqBwgKMIyQqAwwnpi2BA
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *