ADASWARA.COM, KENDARI – Kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di Kota Kendari terus meningkat. Kasus anak didominasi kekerasan seksual, sedangkan kasus kekerasan perempuan didominasi kekerasan fisik.
Hal ini dipaparkan Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Kendari, Fitriani Sianpoy, dalam seminar kolaborasi dalam rangka 16 hari kekerasan terhadap perempuan (HAKtP) baru-baru ini. Dikatakan, maraknya kasus kekerasan tersebut membuat pihaknya harus bekerja ekstra namun belum memberikan hasil yang maksimal.
“Upaya pencegahan dan kekerasan terhadap perempuan dan anak selama ini telah dilakukan oleh Pemerintah Kota Kendari DP3A berasama lembaga pemberi layanan serta organisasi lainnya. Namun, upaya ini masih membutuhkan kerja sama dan kolaborasi multipihak agar sinergi dan capaian pencegahan dan penanganan kasus kekerasan dapat terlaksana,” kata Fitriani.
Dijelaskan, kolaborasi multipihak sangat penting dalam menangani kasus kekerasan, karena memerlukan pendekatan yang komprehensif dan terintegrasi. Upaya pencegahan tersebut dipercaya akan berdampak besar pada penurunan kasus.
“Kolaborasi menjadi langkah nyata dalam meningkatkan upaya pencegahan, untuk melindungi hak-hak perempuan dan anak, serta menciptakan lingkungan yang aman dan mendukung bagi mereka,” tukasnya.
Diketahui, seminar kolaborasi yang diinisiasi Rumpun Perempuan Sultra debgab Pemerintah Kota Kendari melalui DP3A dihadiri 162 peserta, terddiri darimunsur PKK, LSM, Media, OPD, Forum Anak, kelompok konstituen dan layanan pembelajaran keluarga, satgas PPA, dan mahasiswa. (Ada)












